Membuat Slide Presentasi Dengan Pendekatan Desain

Perancangan slide yang baik sedikit banyak membutuhkan pengetahuan tentang desain dan estetika. Anda tidak harus menjadi seorang desainer untuk bisa membuat slide yang baik, namun pengetahuan dasar tentang desain sangat berharga untuk dimiliki setiap presenter. Dengan demikian, Anda tidak hanya merancang slide yang efektif, tapi juga estetis dan sesuai kaidah-kaidah desain yang baik.

Jika Anda membuat slide presentasi Anda sendiri, Anda akan tahu bagaimana cara membuat sebuah slide menjadi estetis sekaligus komunikatif. Jika Anda meminta bantuan orang lain untuk membuatnya, Anda pun bisa mendefinisikan seperti apa slide yang harus dibuatkan untuk Anda.

Informasi Tidak Penting: Kurangi

‘Berusaha memasukkan semua informasi’ adalah kesalahan paling sering yang dilakukan ketika membuat slide presentasi. Akibatnya, slide tersebut menjadi rumit dan tidak memiliki pesan yang jelas. Slide justru menjadikan audiens kebingungan tentang apa yang menjadi penekanannya.

Kurangi informasi yang tidak penting. Dengan begitu, slide Anda menjadi elegan dan bisa menjalankan fungsi komunikasinya dengan baik.

Merancang slide dari pendekatan desain, adalah memikirkan aspek komunikasi di dalam sebuah slide.

Apa yang sebenarnya hendak dikomunikasikan?

Bagaimana mengkomunikasikannya secara sederhana sehingga mengurangi kemungkinan audiens menangkap pengertian yang keliru?

Membedakan Slide Yang Fokus Dan Tidak

Coba perhatikan baik-baik slide berikut ini. Apa sebenarnya yang sedang dikomunikasikan?

slideyangkurangfokus_thumb1

Gambar – Slide Yang Kurang Fokus

Pada slide tersebut ada banyak informasi tidak penting yang bisa mendistorsi informasi. Penggunaan grafik tiga dimensi membuat data sulit dibaca. Penggunaan gambar logo-logo berbagai aktivitas online juga membuat perhatian audiens teralihkan pada gambar tersebut dan bukan pada data yang ingin disampaikan. Tidak terlalu jelas apa yang ingin dikomunikasikan oleh slide ini.

slideyangfokus_thumb1

Gambar – Slide Yang Fokus

Perhatikan slide yang telah diperbaiki di atas. Slide tersebut jauh lebih sederhana dan mampu mengkomunikasikan ide dengan lebih jernih dan jelas. Gambar-gambar yang menyebabkan gangguan telah dihilangkan. Pemilihan grafik batang yang memanjang membantu dalam membaca 10 data yang dibandingkan. Fokus data terlihat jelas pada batang yang berwarna oranye yakni jejaring sosial.

Pemilihan judul lebih fokus untuk menyadarkan audiens pada fakta bahwa lebih dari 1/5 waktu online dihabiskan untuk jejaring sosial. Pemberian label pada data hanya pada data tertentu memberi penekanan. Audiens bisa dengan cepat memperkirakan besaran data lainnya lewat skala yang diberikan jika memerlukan.

Membedakan Antara Dokumen, Teleprompter dan Presentasi

Nancy Duarte, konsultan komunikasi yang membantu Al Gore merancang slide presentasi The Inconvenient Truth yang fenomenal, menjelaskan secara gamblang seperti apa seharusnya slide presentasi itu. Dalam bukunya Slidelogy :D, Nancy Duarte mengajak setiap presenter untuk membedakan antara dokumen, teleprompter dan presentasi.

Slide yang berisi teks panjang, detail, mencantumkan semua fakta dan data yang diperlukan untuk mengusai informasi lebih layak disebut sebagai dokumen. Sayangnya, slide berbentuk dokumen inilah yang paling sering dibuat orang. Slide ini biasanya juga dipenuhi bullet point di sana-sini.

Slide yang lebih ringkas, namun masih menggunakan kalimat panjang yang terdiri dari 6 kata atau lebih, juga menggunakan bullet point, lebih layak disebut teleprompter. Presenter tinggal membaca kata demi kata seperti fungsi sebuah teleprompter.

Nah. Slide presentasi yang sesungguhnya, adalah slide yang mampu tampil kuat secara visual, ringkas, padat, dan membantu audiens memahami dengan cepat ide yang disampaikan presenter.

Slide presentasi adalah slide yang tampil kuat secara visual, ringkas, padat, dan membantu audiens untuk memahami ide yang disampaikan presenter dengan cepat.

Jadi, pastikan Anda membuat alat komunikasi yang tepat untuk presentasi Anda.

slidedokumen_thumb1

Gambar 1 – Dokumen

Gambar di atas lebih layak disebut sebagai dokumen. Audiens harus membacanya secara lengkap agar mengerti. Dokumen seperti ini juga mustahil terlihat dengan baik di layar.

slideteleprompter_thumb1

Gambar 2 – Teleprompter

Gambar kedua lebih layak disebut teleprompter. Meskipun sudah jauh lebih ringkas, tetap saja tidak komunikatif secara visual dan mengharuskan audiens untuk membacanya.

slidesesungguhnya_thumb1

Gambar 3 – Slide Yang Sesungguhnya

Gambar terakhir adalah slide sesungguhnya. Slide seperti inilah yang perlu kita pelajari cara membuatnya. Slide yang ringkas, fokus, dan membantu komunikasi visual. Slide ini menggambarkan lima komponen yang saling terkait satu sama lain. Bentuk melingkar yang dipilih menunjukkan sinergi dan kesatuan yang memperkuat masing-masing komponen satu sama lain.

“Literacy is not only about reading and writing text, but also about understanding visual communication”.

“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis teks, tapi juga tentang bagaimana memahami komunikasi visual”.

Garr Reynolds

Presentation Zen

Sumber : www.presentasi.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *